Rabu, 06 Februari 2013

Hujan Pelangi...



"Bunga pun mengerti bahwa ia ber-pelangi"

Aku tahu bagaimana latar yang membelakangi masa kemarin
Hanya saja aku merenungkan sesuatu yang tertanam dalam diri
Berat ketika harus mengikuti apa yang bukan hak diri
Kadang terbesit cemburu bahkan dengki
Anggap mereka berdua adalah Nila dan Ungu, urutan terakhir pelangi-ku..
Nila dan Ungu yang selalu mengering-kerontangkan diri
Apa daya jika keduanya menggerogotiku..?

Lalu, ibarat Hijau dan Biru adalah suka cita kemudian bahagia
Meski Hijau telah kudapati, namun tidak pada Biru
Begitu sulit.. Yaa.. Begitu sulit..
Mengatasnamakan diri ini demi Biru yang abadi sangat memalukan
Memalukan sebab ternyata para penohok hati itu berkata akselerasi dewasa diri
Mengecewakan tentunya..

Merah, Jingga dan ada kuning
Mereka kolaborasi yang indah bukan..?
Keserasian dibutuhkan demi sebuah Pelangi
Aku katakan, mereka kolaborasi yang indah
Aku menamainya dengan Ambisi, Obsesi dan Mimpi
Kucintakan mereka karena mengerti diri ini harus bagaimana
Dan karena mereka aku tidak perlu menjadi lain
Yang seolah menyakiti hati dan lisan diri

Pelangi diri dan hanya diri yang tahu apa itu Pelangi Diri
Diri yang selalu dihujani warna-warna Pelangi
Sampai kapanpun mereka akan selalu menghujani diri...

Singing Butterfly...







Kucintakan ia yang telah mengudara
Ia yang selalu meninggalkan serbuk sayapnya di jemariku...
Ia yang membuat memori tentangnya enggan pergi
Ia yang berlalu dengan nyanyiannya
Senyumku mengantar kepergiannya yang tergesa
Entahlah... Kurasa kupukupu itu kekurangan jati diri..

Bagiku kupukupu adalah definisi proses hidup rumit
Yang mengharuskan si jelek bermetamorfosis
Yang kemudian
Dirasa anggun bisa menepis cerita lalunya
Meski demikian, kupukupu tetaplah si jelek

Tapi kupukupu tadi adalah keanehan buatku
Belum sempurna namun tergesa seakan dirinya telah terarah
Menggelikan...

Pintaku, kelak puluhan kupukupu hinggap di taman bungaku
Sambil berandai kehadiran 1 kupukupu yang menetap selama mungkin
Selama akhir hayat taman bungaku
Dan selama pintaku belum terjawab, 
Doa ini kan bersemayam di setiap momen gerimis
Disitulah makna jawaban berproses...

Menunggu, menunggu dan menunggu...